Lama sudah tidak menulis di sini. Komen juga tidak direspon seperti sebelumnya. Bukan disengajakan. kesibukan yang melanda menyebabkan banyak perkara yang ingin dinukilkan di sini terpaksa ditnagguhnya. Antaranya pemergian ke Terengganu yang sudah pasti mempunyai sesuatu yang menarik ditambah lagi dengan kepulangan ke kampung halaman sebelum datang kembali ke KL.
Kedatangan ke opis disambut dengan timbunan kerja yang perlu disiapkan cepat apalagi dengan persiapan mesyuarat di Penang Isnin ini yang belum selesai. Namun, kekecewaan yang dialami memaksaku utuk mencuri masa bagi menyuraikan kekusutan dalam jiwa.
Ya, aku perlu menulis bagi meredakan apa yang ada di dalam jiwa. Aku perlu menumpahkan segalanya ke sini supaya kekecewaan ini tidak terus bersarang di dalam minda. Nampak seakan tidak redha dengan ketentuan Ilahi. Aku tahu akan itu, namun aku hanya manusia biasa yang tidak dapat lari darinya. Tiada siapa yang harus dipersalahkan walaupun hati kecilku sedikit sebanyak menyalahkan adikku. Bagaimana aku harus berdepan dengan bonda nanti. Aku boleh melarikan diri dengan tidak pulang ke kampung, namun sampai bila. Tentu sekali kerinduanku kepada bonda akan membuatkan aku lebih menderita. Ya Allah, tolonglah aku. Berikanlah aku ketenangan abadi untuk menghadapi resahnya hati ini.
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang- orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
Surah Al-Imran ayat 139
Banyak sekali jawapan-jawapan dari al-quran tentang perasaan yang kita hadappi. Barangkali ini adalah ujian untuk menguji setara mana tahap keimananku. Sesungguhnya Iman manusia biasa itu bersifat yazid wa yankus. Apakah dayaku?
وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـًٔ۬ا وَهُوَ خَيۡرٌ۬ لَّڪُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡـًٔ۬ا وَهُوَ شَرٌّ۬ لَّكُمۡۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا.تَعۡلَمُونَ